December 11, 2018
No Comment
Selama perjalanan sejarah 110 tahun sekolah THHK Pahoa, telah empat kali terbit buku peringatan. Buku pertama terbit pada tahun 1940 atas jasa Nio Joe Lan berjudul Riwajat 40 Taon T.H.H.K yang merupakan suatu karya besar yang tidak ternilai. Tanpa buku peringatan tersebut, kita akan kehilangan jejak sejarah THHK dan sekolah THHK-Pahoa. Buku kedua terbit di zaman Indonesia telah merdeka pada tahun 1950 dalam rangka memperingati HUT ke-50 T.H.H.K. Buku ketiga terbit ketika alma mater sudah tidak ada dan dilakukan atas prakarsa para alumni dalam rangka peringatan 100 tahun sekolah T.H.H.K. Jakarta. Dan sekarang atas prakarsa alumni, Buku Peringatan 110 Tahun Sekolah THHK.-Pahoa terbit ketika alma mater telah lahir dan bernafas kembali berupa Sekolah Terpadu Pahoa.
Tujuan penerbitan buku peringatan ini adalah (a) Berusaha melengkapi catatan sejarah sekolah THHK Pahoa yang luput di ketiga buku peringatan sebelumnya; (b) mencatat perkembangan 10 tahun terakhir yang sangat pesat, khususnya, tentang lahirnya kembali alma mater; (c) berusaha mencatat riwayat Pahoawan yaitu para pemrakarsa, pendiri, pengurus, guru, dan alumni Sekolah THHK Pahoa; dan (d) keberhasilan suatu sekolah dapat diukur dari keberhasilan dan kontribusi alumninya di masyarakat sehingga Buku Peringatan 110 tahun berusaha mencatat aktivitas dan kontribusi para alumninya di masyarakat.
Karya besar ini membutuhkan waktu penyiapan kurang lebih dua tahun dan kerja keras Dewan Redaksi sampai pada titik peluncuran buku pada hari Sabtu, 10 Maret 2012, di gedung Sekolah Terpadu Pahoa, Jalan Ki Hajar Dewantara, Gading Serpong, Tangerang.
Selaku moderator pada acara peluncuran buku adalah Ketua Koordinator dan merangkap Ketua Dewan Redaksi Prof. Dr. Ir. Dali S. Naga MMSI dan selaku pembahas adalah dua orang pakar sejarah, terutama sejarah Tionghoa perantauan di Nusantara dan sejarah THHK: Dra Mona Lohanda, M. Phil, peneliti utama di Arsip Nasional RI dan penerima Nabil (Nation Building) Award 2010, dan Dr. Didi Kwartananda dari Nabil. Undangan meliputi para tokoh Pahoa, donator, pemuka masyarakat, pemerhati pendidikan, dan wartawan.