News | PAP

NEWS

REUNI AKBAR ALUMNI SEKOLAH PA HOA ANGKATAN 1958: NOSTALGIAKU, NOSTALGIAMU, PERSAHABATAN KITA KEKAL ABADI January 11, 2019 No Comment

REUNI AKBAR ALUMNI SEKOLAH PA HOA ANGKATAN 1958: NOSTALGIAKU, NOSTALGIAMU, PERSAHABATAN KITA KEKAL ABADI

Sepuluh tahun berlalu sejak reuni terakhir alumni Sekolah Pa Hoa angkatan 1958 yang diadakan di kota Bandung pada tahun 2008. Kini setelah 60 tahun lulus dari Sekolah Pa Hoa tercinta, alumni angkatan 1958 dapat berkumpul kembali di Sekolah Terpadu Pahoa pada hari Sabtu, 21 Juli 2018, untuk menyelenggarakan reuni akbar dengan tema Nostalgiaku Nostalgiamu, Persaudaraan Kita Kekal Abadi. Panitia reuni kali ini terdiri dari Bapak Suryono Limputra selaku ketua panitia, Bapak Soetjipto Nagaria, Bapak Iskandar Jusuf, dan Bapak Abraham Koko Tanumihardja sebagai anggota panitia. Dibantu oleh tim dari Soulmate Entertainment and Organizer serta karyawan Sekolah Terpadu Pahoa, acara yang dimulai pada pukul 10.00 berlangsung meriah. Semangat, antusias, dan peran serta alumni berusia 70-80 tahun itu mampu menghidupkan suasana hingga akhir acara. Ikatan antaralumni yang kuat membuat acara hari itu ramai dan sempat dihadiri oleh alumni yang tinggal di luar kota dan bahkan di luar negeri. Sambutan pertama disampaikan oleh Bapak Suryono Limputra. Dalam sambutannya Bapak Suryono mengatakan bahwa kita patut bersyukur karena anugerah Tuhan maka alumni masih dapat berkumpul pada hari itu. Beliau kemudian mengajak teman yang hadir untuk mendoakan teman-teman yang telah (wafat) mendahului mereka dan yang sedang terbaring di ranjang karena sakit.Beliau kemudian menyampaikan harapannya supaya alumni yang hadir pada hari itu dapat aktif berpartisipasi mengikuti acara dan melupakan sejenak usia yang tidak lagi muda. Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Iskandar Jusuf sebagai alumni perwakilan kelas SMA Bagian C (sebutan untuk jurusan IPS). Memperkuat pesan dalam sambutan sebelumnya, Bapak Iskandar membacakan sebuah puisi dari Dr. Ir. Moh. Jafar Absah yang berjudul “Masa Kanak-kanak” yang intinya mensyukuri kehidupan bahagia. Sambutan terakhir dari perwakilan kelas Bagian B (sebutan untuk jurusan IPA) disampaikan oleh Bapak Soetjipto Nagaria yang bercerita tentang dirinya selama di sekolah Pa Hoa. Beliau menyebut dirinya adalah betul-betul made in Pa Hoa (Bapak Soetjipto telah bersekolah sekolah PaHoa selama 12 tahun). Seperti jodoh, kakek buyutnya adalah salah seorang dari 20 Perkumpulan THHK Batavia yang mendirikan sekolah Pa Hoa. Setelah sekolah Pa Hoa ditutup, beliau bersama-sama dengan alumni lain telah berhasil membangun Sekolah Terpadu Pahoa pada tahun 2008. Kini keenam orang cucunya bersekolah di sekolah Pahoa. Beliau merasa lega karena pendidikan budi pekerti berdasarkan ajaran Confucius di sekolah Pahoa tetap diperhatikan. Begitu juga beliau merasa lega dapat bersama pengurus lain secara sukarela masih membantu mengatur operasional sekolah. Dengan prestasi UN SMP yang meraih posisi 1 dan UN SMA yang meraih posisi 3 di Provinsi Banten, beliau merasa 10 tahun Sekolah Terpadu Pahoa sejak berdiri ini tidak sia-sia. Beliau berharap sekolah Pahoa bisa langgeng sampai beberapa ratus tahun lagi. Acara dilanjutkan dengan santap siang, permainan, menyanyi, dan menari bersama. Tidak ketinggalan hadiah dandoorprize dibagikan kepada para alumni. Hadiah permainan dimenangkan oleh Ibu Fransiska, Ibu Gho Mei Hoa, Ibu Surianty Liauw, Bapak Jamin Harjanto, Bapak dan Ibu Suryono Limputra. Sedangkan doorprize dimenangkan oleh Bapak Paulus Fadjar, Ibu Ong Hian Nio, Ibu Yap Soen Eng dan menantunya, Ibu Irawati Fadjar, Ibu Sendy (anak dari Ibu Magdalena), dan Ibu Eka Gunawati. Kemeriahan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Ibu Yap Soen Eng, alumni sekolah Pa Hoa yang tinggal di Norwegia, mengungkapkan bahwa beliau senang baru sekali ini datang dan berkumpul dengan teman sekolah setelah 60 tahun berpisah. Ibu Surianty Liauw, alumni Pa Hoa dari Hong Kong, mengutarakan bahwa beliau tidak merasa menyesal sudah datang di acara ini. Beliau senang sekali karena bisa melihat dan mengingat ingat lagi teman lama beliau.
Tanpa terasa waktu telah menunjukkan pukul 16.00. Sudah saatnya alumni pulang dan kembali ke keluarga mereka masing-masing sambil membawa kenangan manis bersama teman. Mereka bukan lagi teman tetapi adalah saudara ketika kita merujuk kepada tema reuni kali ini. Sungguh semangat muda dan ikatan yang kuat antaralumni dapat menjadi contoh bagi generasi muda terutama bagi siswa dan lulusan Sekolah Terpadu Pahoa. Pahoa jaya! Pahoa pasti jaya! (Faustine)